Penderitaan Dalam Kebahagiaan
Hatiku merasakan sedih ketika aku tau bahwa dia tidak disisiku lagi untuk selamanya,
kesepian ini akan lama menyelimuti hati ini hingga nanti pada waktunya aku menemukannya kembali.
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, aku bisa merasakan hangat jarinya dalam sentuhanku, walaupun kini dia tidak ada lagi.
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, aku bisa merasakan manisnya kecup mesranya dalam bibirku, walaupun kenangan itu kini tidak dapat lagi kurasakan.
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, aku bisa merasakan indahnya senyuman itu dalam tatap mataku, walaupun pemandangan itu kini tidak dapat lagi kurasakan.
Akan Tetapi….
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, kemarahan dan kekecewaan yang selalu menyelimuti seluruh diri dan pikiranku, kini berangsur-angsur musnah.
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, kenangan pahit yang selalu teriang di otakku dan seluruh jiwa ragaku, kini hampir tidak kurasakan lagi.
Setiap detik setiap menit, setiap jam, setiap hari, jeritan hati yang selalu aku tutup tutupi dengan senyuman ini, semakin lama semakin tidak terdengar lagi.
Aku kini bahagia walaupun menderita…
Aku kini menderita dalam kebahagiaan…
Mungkinkah aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya ?
Mungkinkah aku akan tetap menderita ?