Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Sebagai tetangga, mungkin ada yang bertanya kepada saya sebagai basa basi dan menghangatkan suasana. “Kok dirumah aja nih kayaknya, ngga kerja ya om ?”
Pertanyaan itu kerap kali muncul setiap ada kesempatan bertemu dengan tetangga tetangga saya dirumah yang notabene mereka adalah pekerja. Saya hanya bisa menjawab “Iya nih, lagi mau belajar wiraswasta.”
Bagi mereka, tidak berangkat ke kantor adalah pengangguran. Dan pengangguran itu ngga mungkin bisa mendapatkan uang. Mungkin ini terdengar aneh bagi mereka, karena jika saya menjawab bahwa saya ingin memulai sebagai wiraswasta, kenapa tidak ada barang yang didagangkan dirumah ? dan kenapa kok kerjanya hanya duduk didepan komputer ? Bahkan ada tetangga yang saking penasarannya ikut masuk ke kamar (baca: ruang kerja) saya untuk memastikan bahwa saya memang berwiraswasta.
Ini sempat menjadi heboh di lingkungan tetangga, karena saya terlihat “nganggur” tapi dapur terus ngebul. Ya, mau dibilang apa lagi, masa saya harus ngasih seminar didepan semua tetangga saya hanya untuk membuktikan bahwa saya ini sedang belajar berwiraswasta di internet.
Saya masih ngga habis pikir, gimana kalo master master bisnis internet yang setiap hari kerjanya dirumah aja tetapi karena penghasilannya besar maka tiap bulan ganti mobil atau bahkan beli rumah baru. Mungkin tetangganya akan menganggap itu hasil dari ngepet, ha ha ha …
Ketika saya dicurigai oleh tetangga,
Tetangga saya juga seperti itu, mereka bilang kerjanya meragukan. Kok bisa ya, tidak masuk akal katanya. http://dewanku02.blogspot.com